09-Mar-2008
hujan terus mengguyur kota tercinta... perubahan iklim seperti ini tak jarang orang terkena penyakit terutama bagi mereka yang memiliki daya tubuh yang lemah. Cuaca akan seperti ini sebulan kedepan dan bahkan lebih parah... bencana alam akan datang silih berganti, mulai dari banjir longsor bahkan gempa bumi. Namun manusia tetap saja tidak peduli dengan semuanya, dan lebih memikirkan diri sendiri bukan lingkugan sekitarnya. Pernah mendengar bahwa pulau jawa akan tenggelam... semoga isu tersebut tidaklah benar...
Dosa apakah yang telah di perbuat manusia hingga Yang Maha Pencipta marah dan memberikan berbagai cobaan. Apakah karena orang Indonesia lebih banyak berkomentar dari pada bertindak mencari solusi? Apakah orang indonesia pola pikirnya sudah salah? Apakah orang indonesia sudah mulai melupakan Sang Pencipta? Korupsi? Pembunuhan? Pencabulan? trafficking ? penjualan anak dibawah umur? Mungkin semua itu sebagian dosa2 yang telah membuat Sang Pencipta murka dan memberikan sebagian ajabnya kepada penduduk Indonesia.
Ketika Gosip dan isu sudah menjadi konsumsi publik, dan orang lebih senang membicarakan aib orang lain, maka orang akan lupa sesungguhnya hal itu sungguh merugikan bagi orang yang membicarakan dan mendengarkannya. huh...
itulah hanyalah sekilas tentang keadaan hidup sekitar si saia. Ketika hati(perasaan) bertentangan dengan Akal (logika) si saia masih terus bergelut mencari sesuatu yang hilang yang pernah singgah di kehidupan ini. Si saia setiap hari hanya bisa berpikir (melamun) tentang pertengkaran hati dan akal. Hati yang terus tersiksa tidak bisa keluar karena akal (logika) yang terus menghentikan gerak oragan tubuh ini. Kepedihan dan kessedihan yang ada dalam hati terus terpendam tak pernah keluar. Terbatasi oleh Akal (logika)? tidak juga. Lalu?
Disinilah yang selalu menjadi bahan pemikiran si saia... wanita lebih mengutamakan Hati (perasaaan) sedang laki-laki lebih mengutamakan akal (logika). Darimana harus dimulai cerita ini? Cerita yang selalu ada dibenak dan ingin dikeluarkan. Banyak cerita yang ingin si saia tulis. Tapi harus mulai dari mana?
(sigh)....Ya Tuhan aku mengakui dosa ini.
hujan terus mengguyur kota tercinta... perubahan iklim seperti ini tak jarang orang terkena penyakit terutama bagi mereka yang memiliki daya tubuh yang lemah. Cuaca akan seperti ini sebulan kedepan dan bahkan lebih parah... bencana alam akan datang silih berganti, mulai dari banjir longsor bahkan gempa bumi. Namun manusia tetap saja tidak peduli dengan semuanya, dan lebih memikirkan diri sendiri bukan lingkugan sekitarnya. Pernah mendengar bahwa pulau jawa akan tenggelam... semoga isu tersebut tidaklah benar...
Dosa apakah yang telah di perbuat manusia hingga Yang Maha Pencipta marah dan memberikan berbagai cobaan. Apakah karena orang Indonesia lebih banyak berkomentar dari pada bertindak mencari solusi? Apakah orang indonesia pola pikirnya sudah salah? Apakah orang indonesia sudah mulai melupakan Sang Pencipta? Korupsi? Pembunuhan? Pencabulan? trafficking ? penjualan anak dibawah umur? Mungkin semua itu sebagian dosa2 yang telah membuat Sang Pencipta murka dan memberikan sebagian ajabnya kepada penduduk Indonesia.
Ketika Gosip dan isu sudah menjadi konsumsi publik, dan orang lebih senang membicarakan aib orang lain, maka orang akan lupa sesungguhnya hal itu sungguh merugikan bagi orang yang membicarakan dan mendengarkannya. huh...
itulah hanyalah sekilas tentang keadaan hidup sekitar si saia. Ketika hati(perasaan) bertentangan dengan Akal (logika) si saia masih terus bergelut mencari sesuatu yang hilang yang pernah singgah di kehidupan ini. Si saia setiap hari hanya bisa berpikir (melamun) tentang pertengkaran hati dan akal. Hati yang terus tersiksa tidak bisa keluar karena akal (logika) yang terus menghentikan gerak oragan tubuh ini. Kepedihan dan kessedihan yang ada dalam hati terus terpendam tak pernah keluar. Terbatasi oleh Akal (logika)? tidak juga. Lalu?
Disinilah yang selalu menjadi bahan pemikiran si saia... wanita lebih mengutamakan Hati (perasaaan) sedang laki-laki lebih mengutamakan akal (logika). Darimana harus dimulai cerita ini? Cerita yang selalu ada dibenak dan ingin dikeluarkan. Banyak cerita yang ingin si saia tulis. Tapi harus mulai dari mana?
(sigh)....Ya Tuhan aku mengakui dosa ini.