Dan seekor bidadari itu pun mendekati ajalnya.
sungguh disayangkan harus menyerah dengan kemusnahan.
segala perjuangannya menghadapi luka yang mendalam sia-sia
Keceriaan dari seorang prajurit penikmat VAGINA
Ketulusan dari seorang pangeran pemberi luka
Disudut ruang bisu, bayang bayang seekor bidadari mulai pudar.
lirih, desah doa, bisikan tangis mengantar kepergian CINTA seekor BIDADARI.
REST IN PEACE my angel.
2 comments:
Prajurit tak pernah menjamah apapun dari bidadari kecuali bibirnya!
Huh bahkan bidadari tidak tahu "sepanjang apa" prajurit itu...huhh...
tak ada pangeran, tak ada satria, tak ada prajurit! tak ada siapapun...
hanya ada dirinya dengan sehelai nyawa yg nyaris melayang...
tak ada yang abadi..
bibirnya yang terjamah tak bernyawa
hatinya yang terluka tak berujung
dirinya menunggu ajal renungi penyesalan
tak ada yang abadi
akan selalu kurindukan walau hanya tinggal sebuah nama SEEKOR BIDADARI
Post a Comment