Thursday, June 25, 2009

Seekor bidadari di bulan Juni

terkejut dan sangat terpukul... aku tahu bahwa kamu selalu berbohong, namun ada kalanya aku tahu itu bohong atau bukan. Kejujuran yang kau ucapkan masih ragukan ku untuk menerimanya karena aku tidak tahu pasti kamu bohong atau cuma sebatas ingin membahagiakan ku dan menyimpan segala luka dan perih yang ada di dalam hatimu.

Kau kembali kepadaku, hingga ragu terus menghantui setiap malam dan ingin rasanya malam cepat berganti bahwa aku hidup dalam mimpi bukan di dunia nyata. Terkadang rasa yang terus kau bagikan kepadaku terasa indah bahkan terlalu sempurna, karena kau yang tahu apa yang selama ini aku butuhkan bukan yang aku inginkan. Akankah kebohongan terus berlanjut, menutupi kebohongan dengan kebohongan lain lalu pada akhirnya kejujuran itu sangat menyakitkan tapi kau harus mengucapkannya juga.

Entah aku harus bagaimana setelah mengetahuinya, aku tidak ingin terlalu peduli dengan kenyataan yang kau alami saat ini... aku ingin menganggapnya itu suatu kebohongan namun hati ini telah luluh hingga logikaku tersudut di ruang bisu. Perasaan ini terus menerus mengalir disetiap arus nadi. Mungkinkah aku terus bersama duniaku dan meninggalkan mu yang menjadi sesuatu yang tidak mungkin, karena begitu besar cinta dan kasih sayang yang telah ku tanam dibenak ini hanya untuk mu seorang.

Di bulan ini, aku seperti tokoh nelson dalam cerita sweet november... aku menjadi Mr. June.



Dan seekor bidadari itu pun mendekati ajalnya.
sungguh disayangkan harus menyerah dengan kemusnahan.
segala perjuangannya menghadapi luka yang mendalam sia-sia

Ketulusan dari seorang prajurit cinta sejati
Keceriaan dari seorang pangeran pemberi luka
kebodohan dari seorang pujangga pengobat rindu

Disudut ruang bisu, bayang bayang seekor bidadari mulai pudar.
lirih, desah doa, bisikan tangis merindukan CINTA seekor BIDADARI.

BE STRONG my angel.


Maafkan aku telah menghianati cintamu...
kau boleh membenciku....
kau boleh mengutukku...
mencaciku....
hal terakhir yang akan ku ingat...
bukanlah ciumanmu...
atau pun desah nafsumu...
bahkan bukan pula VAGINAmu
akan selalu kuingat...
hatimu yang selalu ada dihatiku.

iloveyou.

Monday, June 08, 2009

Seekor bidadari dan Seorang bidadari

Aku tersudut disebuah persimpangan jalan. Jalan yang ku tempuh harus terhenti sejenak.
Kawan pernahkan kau baca tentang seekor bidadari yang terluka dan pergi meninggalkan sang pemburu. Atau seorang bidadari yang selalu mendambakan sang pujangga.
Dan kini mereka hadir dipersimpangan jalan, entah bagaimana aku bisa sampai di jalan ini. Takdirkah?

Sungguh berat harus memilih, ketika keduanya Seekor bidadari dan Seorang bidadari duduk bersampingan.
Ketika seekor bidadari penuh luka tersenyum ingin mebagi lukanya yang tidak bisa disembuhkan.
Ketika seorang bidadari selalu mengganggap aku tak pernah ada, walau nyata aku selalu disampingnya.

Apakah ini sebuah cobaan (lagi) dari sebuah siklus kehidupan penuh kesinisan dan pesimistik? padhal aku selalu mengagungkan untuk selalu berpikir positif, moving forward dan pay it forward tanpa pamrih?

Aku menyayangi kedua bidadari lebih dari yang mereka tahu. Tapi aku tidak bisa "memiliki" keduanya bahkan salah satu dari merekapun tidak.

Aku terlalu tinggi berhayal mendapatkan cinta dan kasih sayang seekor bidadari.
Aku terlalu percaya diri melindungi seorang bidadari.


maafkan aku cinta, maafkan aku yang terlalu menyayangimu, terlalu mencintaimu hingga kau merasa terkurung di ruang bisu.
Tetap aku ingin memelukmu erat dan bisikkan : " jangan pergi tinggalkan aku disini... please don't leave me again"