Aku tersudut disebuah persimpangan jalan. Jalan yang ku tempuh harus terhenti sejenak.
Kawan pernahkan kau baca tentang seekor bidadari yang terluka dan pergi meninggalkan sang pemburu. Atau seorang bidadari yang selalu mendambakan sang pujangga.
Dan kini mereka hadir dipersimpangan jalan, entah bagaimana aku bisa sampai di jalan ini. Takdirkah?
Sungguh berat harus memilih, ketika keduanya Seekor bidadari dan Seorang bidadari duduk bersampingan.
Ketika seekor bidadari penuh luka tersenyum ingin mebagi lukanya yang tidak bisa disembuhkan.
Ketika seorang bidadari selalu mengganggap aku tak pernah ada, walau nyata aku selalu disampingnya.
Apakah ini sebuah cobaan (lagi) dari sebuah siklus kehidupan penuh kesinisan dan pesimistik? padhal aku selalu mengagungkan untuk selalu berpikir positif, moving forward dan pay it forward tanpa pamrih?
Aku menyayangi kedua bidadari lebih dari yang mereka tahu. Tapi aku tidak bisa "memiliki" keduanya bahkan salah satu dari merekapun tidak.
Aku terlalu tinggi berhayal mendapatkan cinta dan kasih sayang seekor bidadari.
Aku terlalu percaya diri melindungi seorang bidadari.
maafkan aku cinta, maafkan aku yang terlalu menyayangimu, terlalu mencintaimu hingga kau merasa terkurung di ruang bisu.
Tetap aku ingin memelukmu erat dan bisikkan : " jangan pergi tinggalkan aku disini... please don't leave me again"
No comments:
Post a Comment