Friday, July 31, 2009

i am sundanese...

mencoba mencari dan menanti sebuah jawaban?

naha kudu bandung ?

knapa harus bandung ?

why should be bandung?

pourquoi a bandung ?

benarkah susah meninggalkan bandung.? agh...

Sunday, July 19, 2009

Bidadari... rest in peace

AKHIRnya seekor bidadri mengakhirnya kehidupan pada sang pemburu. Dan Sang pemburupun kembali ke ruang bisu memulai lembaran baru disudut ruang bisu. Bukan terpuruk karena kematian seekor bidadari, namun karena tidak bisa menahan semua emosi yang ditanamkan seekor bidadari.
Dan selamat datang kembali untuk ruang bisu, memang disinilah aku seharusnya berada bukan disana. Dan biarkan aku terkurung disini selamanya menikmati ketidak adilan.
Namun, aku masih menanti sebuah jawaban atas pertanyaan "kenapa?".
Untukmu semoga hadir terus didepan pintu. terima kasih atas kejujurannya.

Saturday, July 18, 2009

Mengejar bayang-bayang

Katakan apa aku lakukan saat ini adalah salah.
Bisikkan apa aku butuhkan bukanlah yang aku inginkan.
Ceritakan apa yang harus aku ... ... ...

Bayang-bayang ini terus mengikuti jejak langkahku, aku tak mau terjebak lagi. Terjebak dalam perasaan yang telah lama mengurung selama ini. Cermin yang selalu aku agungkan banggakan tak dapat kuraih. Bukanlah salah mereka, aku hanya manusia bodoh yang terlalu banyak berharap dan bermimpi mendapatkannya. Mendapatkan cintanya walau hanya sesaat sebelum ajalku tiba.
Jejak langkah yang terus terukir takkan pudar.
Bayangmu sungguh menyilaukan hati, aku tak dapat meraihnya, walau hanya sesaat.

Kenapa ?
dan selalu pertanyaan knapa terus mengawali kalimatku.

kenapa aku tidak bisa merasakannya, sebelum nisanku terukir.

==========================================================

Wednesday, July 08, 2009

gadisku Helen

kenapa aku tidak bisa menceritakan tentang mu sedikit saja...
banyak cerita yang ingin sekali ku bagikan dengan mereka. Jari ini seakan berhenti ketika menari mengukir namamu.

Akankah menjadi sebuah rahasia kita berdua selamanya, padahal kamu tak pernah memintaku untuk merahasiakannya sedikitpun tentangmu, tentang kita, tentang mereka, dan tentang duniamu itu.
Helene, ingatkah saat itu? betapa rapuhnya diriku hanya untuk bisa memelukmu untuk terakhir kalinya, kamu hanya tersenyum bisu. Senyuman yang selalu membuatku terjaga saat ku tatap bintang.

Diri ini selalu bertanya itukah dirimu sekarang, menjadi bintang penerang malamku.
Dan semua yang terpendam dalam diri ini sekarang seakan kembali mengingatmu, bersama datangnya dia dikehidupanku.

deja vu , yah seakan semua ini pernah aku alami bersama kamu di kehidupannya. Dan aku tak ingin berakhir seperti akhir pertemuan kita di padang nisan...
Helene, cerita tentang mu bukanlah sebuah rahasia tapi aku tidak bisa mengucapkannya, kegoisanku membungkam agar tidak membuatnya tersinggung dan meninggalkanku sendiri.

Helene, datanglah ke mimpiku. be my angel tonight.

Self-title

-kosong-

Thursday, July 02, 2009

Kejujuran itu menyakitkan.

Kejujuran itu menyakitkan memang, mengatakan kejujuran atau menerima kejujuran dari seseorang sungguh sangat menyakitkan. Bahkan sekalipun kejujuranlah yang selalu di inginkan.
Kurasakan cinta indifferent dari seorang bidadari, yang slalu sinis terhadap kehidupan dan selalu membicarakan kematian bahkan mengalihkannya dengan cerita tentang kehidupannya, berakhir dengan kejujuran.

Apakah salah berkata jujur? ataukah harus berbohong dan selalu menutupi kebohongan dengan kebohongan lainnya?
Cinta seekor bidadari yang menjelma di kehidupanku ini berakhir karena aku tidak bisa mengerti dan keegoisanku serta kegengsian ku untuk mengalahkan invisible power telah membunuh cinta itu. Tak pernah berharap sejarah terulang lagi , dan ingin sekali berubah namun sejarah itu pula yang mendorongku untuk mengenangnya dan mengulangi lagi dan lagi... "selamat memikmati sejarah terulang'

Jika kamu sakit orang lain akan sakit lebih dalam. Yup, aku sakit namun aku tahu bahwa dia lebih sakit. Dan sesungguhnya tak ingin terulang kembali menyakiti perasaan ini hanya karena sebuah pemikiran dan logika yg "indifferent" tentang invisible power sehingga terjadi kesalah pahaman dan berujung pada kisah lama. bahwa TUHAN ITU TIDAK ada. HIDUP TIDAK LAH ADIL.

Sometimes life just unfair.. but we have to know how to handle it. And the question is CAN YOU?
telah kucoba bahwa aku akan bisa karena aku mau mengatasi kehidupan ini tapi tidak sendiri, bersyukur ada dua bidadari yang menemani.. dan salah satunya telah pergi mencari kehidupannya.. sedang yang satu lagi sakit teraniaya oleh diriku, oleh kejujuranku.
Mungkin suatu saat nanti ketika aku mati menangisi hidup yang tinggal segaris, aku akan berbohong bahwa kejujuranku itu adalah kebohonganku yang paling besar.

Disudut ruang bisu ini aku akan kembali, mengores tarian jemari di dinding dengan cerita sedih, pesimis, sinis, apatis tentang kehidupan. Hanya ruang bisu ini yang setia menemani dan menjadi saksi bisu. Telah banyak cerita terhapus oleh seekor bidadari, dan kini akan terlukis kembali.

Aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal pada seekor bidadari ... karena kau selalu menunggu di ujung horison dan ucapkan dalam pelukan hangat " jangan pernah tinggalkan aku sendiri ". Kau melepaskanku untuk berburu? yah aku akan terus berburu mencari cintamu yang pernah ada di hati ini, akan selalu ku buru hingga ajal menjemput. Akan selalu ku buru... selalu

agh terlalu.... terlalu bannyak
Terlalu banyak kata ... sia-sia
Terlalu banyak rasa ... percuma
Terlalu banyak karsa ... terlena
Terlalu banyak cinta ... binasa

semoga cintaku pada seekor bidadari tidak membinasakan aku.