Thursday, July 02, 2009

Kejujuran itu menyakitkan.

Kejujuran itu menyakitkan memang, mengatakan kejujuran atau menerima kejujuran dari seseorang sungguh sangat menyakitkan. Bahkan sekalipun kejujuranlah yang selalu di inginkan.
Kurasakan cinta indifferent dari seorang bidadari, yang slalu sinis terhadap kehidupan dan selalu membicarakan kematian bahkan mengalihkannya dengan cerita tentang kehidupannya, berakhir dengan kejujuran.

Apakah salah berkata jujur? ataukah harus berbohong dan selalu menutupi kebohongan dengan kebohongan lainnya?
Cinta seekor bidadari yang menjelma di kehidupanku ini berakhir karena aku tidak bisa mengerti dan keegoisanku serta kegengsian ku untuk mengalahkan invisible power telah membunuh cinta itu. Tak pernah berharap sejarah terulang lagi , dan ingin sekali berubah namun sejarah itu pula yang mendorongku untuk mengenangnya dan mengulangi lagi dan lagi... "selamat memikmati sejarah terulang'

Jika kamu sakit orang lain akan sakit lebih dalam. Yup, aku sakit namun aku tahu bahwa dia lebih sakit. Dan sesungguhnya tak ingin terulang kembali menyakiti perasaan ini hanya karena sebuah pemikiran dan logika yg "indifferent" tentang invisible power sehingga terjadi kesalah pahaman dan berujung pada kisah lama. bahwa TUHAN ITU TIDAK ada. HIDUP TIDAK LAH ADIL.

Sometimes life just unfair.. but we have to know how to handle it. And the question is CAN YOU?
telah kucoba bahwa aku akan bisa karena aku mau mengatasi kehidupan ini tapi tidak sendiri, bersyukur ada dua bidadari yang menemani.. dan salah satunya telah pergi mencari kehidupannya.. sedang yang satu lagi sakit teraniaya oleh diriku, oleh kejujuranku.
Mungkin suatu saat nanti ketika aku mati menangisi hidup yang tinggal segaris, aku akan berbohong bahwa kejujuranku itu adalah kebohonganku yang paling besar.

Disudut ruang bisu ini aku akan kembali, mengores tarian jemari di dinding dengan cerita sedih, pesimis, sinis, apatis tentang kehidupan. Hanya ruang bisu ini yang setia menemani dan menjadi saksi bisu. Telah banyak cerita terhapus oleh seekor bidadari, dan kini akan terlukis kembali.

Aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal pada seekor bidadari ... karena kau selalu menunggu di ujung horison dan ucapkan dalam pelukan hangat " jangan pernah tinggalkan aku sendiri ". Kau melepaskanku untuk berburu? yah aku akan terus berburu mencari cintamu yang pernah ada di hati ini, akan selalu ku buru hingga ajal menjemput. Akan selalu ku buru... selalu

agh terlalu.... terlalu bannyak
Terlalu banyak kata ... sia-sia
Terlalu banyak rasa ... percuma
Terlalu banyak karsa ... terlena
Terlalu banyak cinta ... binasa

semoga cintaku pada seekor bidadari tidak membinasakan aku.

No comments: