Sunday, January 31, 2010

Renaissance !!!

Akhirnya kembali juga. Setelah beberapa bulan (sengaja) menghilang. Bukan sekedar sebuah klarifikasi atau pembenaran.
Rasa ingin marah, malu, geram, kecewa, sedih seakan bercampur hingga habis semua kata yang akan terucap, bahkan harus menyusun kata demi kata dari awal. Walau pada akhirnya sesuai rencana yang diinginkan. Tidak cukup jelas apa yang harus di tulis saat ini. Semua seakan hangus ditelan bumi, hilang terurai buih ombak samudera. Hanya satu kata tersisa " Maaf ".

Janji yang terkonyak
si saia sudah membuat terlalu banyak janji untuk tetap mengunci mulut ini, tentang kehidupan mereka dan diriku sendiri. Beberapa dari janji itu telah aku penuhi, namun tidak sedikit janji itu juga terbengkalai.
karena si saia sudah menjadi seorang badjingan yang pantas mati, kenapa harus takut toh mereka telah tahu bahwa aku seorang badjingan. Si saia berterima kasih pada mereka telah membuatku menjadi seorang badjingan. Mereka yang telah menjadi bagian kehidupanku menjadi seorang badjingan, bahkan telah membunuhku menjadi seorang badjingan.
Bukan maksud si saia melakukan ini sebagai balas dendam atau apapun, karena si saia tahu, ini tidak akan bisa membersihkan namaku dari seorang badjingan. Namun si saia mencoba lahir kembali dari kenyataan bahwa si saia bukan lah seorang badjingan seperti yang mereka mau atau pikirkan. Si saia hanyalah kumpulan daging yang bergerak mengikuti kata hati dan pikiran yang tertanam di kepala. Karena saia adalah saia.

Tunggu saatnya nanti ketika mulut sudah tidak bisa diam, mengungkap semuanya. Siapa aku, kamu dan mereka. Saat itu pula, aku bukan lah seorang badjingan.