Si tua bangka berjalan menelusuri pinggiran kota, beban yang berat terlihat dari jejak langkah yang terukir di jalanan. Perlahan-lahan kota demi kota, cerita demi cerita telah dia alami, lelaki tua bangka.
Si tua bangka habiskan waktu di jalanan. Gemerlap sinar kota tak membutakannya, hembusan angin dunia tidak menggoyahkannya. Terus berjalan mencari arti kehadiran dirinya.
Tua bangka, duduk di persimpangan menatap sebuah papan reklame. Seakan tertegun akan keelokan dan kecantikan sang bintang. Tersenyum manis menghangatkan dinginnya malam, tatapan tulus berikan harapan, esok perjalanan masih panjang.
Sang bintang iklan hanyalah sebuah ilusi, menjanjikan kemewahan, keindahan hanya demi kepuasan dunia. Entah berapa lama dia terdiam di persimpangan menunggu sang predator mengganti tempatnya.
Si tua bangka tersenyum, haru biru tangis basahi pipi lenyapkan haus. Lelaki tua ingin melepas topeng sang bintang iklan dan dijadikannya teman perjalanan hidupnya.
Si tua bangka tersadar ini hanya ilusi untuk menahan dirinya dan berhenti berlayar mencari kehidupan. Dipersimpangan itu lelaki tua berdiri dan lenjutkan perjalannan yang terasa lebih ringan tanpa beban.
Si tua bangka,
bisu bukan tak bermulut
tuli bukan tak bertelinga
buta bukan tak bermata
pernah satu kali merasa bangga
tak hanya diam kala sedih
lelaki tua di tengah kota
mati di tinggal nama
lelaki tua si tua bangka
berpayung duka
cinta lelaki tua
hanya pada bidadari kecil...
lelaki tua.. si tua pedopilia.
Tuesday, February 23, 2010
pedophil... si tua bangka.
Labels:
juste l'ecrit,
la réflexion,
Most Wanted Person
Sunday, February 21, 2010
memaki diri..
last night
mer*e... puta*n... !!! que pense-tu? beuh..!!
- shi#t...bi*tch...!!! what the hell r u thinkin of? beuh...! kitu lain artina? hihihihihihih
Alors.. !! Tais-toi !!! Chi*n !! Mer*de !!.. $!#@@:{:#(#*_*6%$&
early today.masih tersisa di pagi hari yang cerah.. Anj*ing...B*abi...ME*RDE...Fille de Put.. PUAS ? PUAS.. PUAS.. !!! Just F'in shu*t Up, Put*ain !!!
ok. that's enough.
i never fall in ... again, ever never.
Labels:
la réflexion,
Most Wanted Person
Friday, February 12, 2010
I am just Operator.. (babak 2 - end.)
Babak Dua
kehidupanku tidak lah seindah semestinya, siapa yang aku persalahkan; diriku, dia, atau mereka. Tidaklah pantas menghakimi diri ini. Semua seakan bertolak belakang dengan apa yang terucap di mulut, terpikir di otak dan terasa di hati. Seakan permusuhan ketiganya terus berlanjut hingga dapat menghiasi hidup ini lebih monoton, dan selalu berjalan ditempat.
Aku tahu sekali ini sudah mendarah daging, keinginan yang kuat bahkan dengan tekad yang jelas hingga menggutuk diri sendiri dan selalu bertanya seperti inikah aku terlahir. Kadang sering mempertanyakan apa benar aku bagian dari keluarga ini. Apa benar aku selalu diselimuti awan hitam. Aku coba mencari siapa diri ini dengan menghindar dari segala masalah dan memulai masalah dengan masalah, bahkan kebohongan demi kebohongan terus tercipta dari mulut ini. Siapa aku?
Cerita demi cerita terukir di dinding memelas sebuah kasih sayang dari orang yang dekat dengan diriku. Terpuruk dalam jurang yang sama, terjebak dalam kenistaan. Walau aku tahu aku bisa keluar. Tapi apa aku siap?
Jenjang pendidikan yang aku raih kurang cukup membanggakan diriku , dia atau mereka. Toh, yang aku kejar tidaklah sama seperti mereka.
Kekuatannya sangat kuat, lagi aku membicarakannya. Kekuatan sampai kapanpun akan selalu unggul bahkan diseluruh dunia sangat terpengaruh olehnya. Aku hanya bisa tunduk takkala menempuh hidup lebih jauh lagi. Ke-tidak berdayaan-ku membuatku semakin terpuruk dan enggan untuk melangkah lebih jauh lebih baik. Dna ternyata aku belum siap untuk bertarung melawan-nya.
Aku hanya sebuah alat yang terus bergerak menyikuti irama kegelapan; penuh dengan kebohongan dan kebahagiaan.. dan semua itu hanya sebuah mimpi kosong.
Mimpi kosong seorang operator yang terjebak dalam kotak dunia lain, dunia maya. Seharusnya ku bisa melihat dunia, dan mendapat semua yang kau inginkan di dunia itu. Tapi apakah dunia itu mengetahui aku seutuhnya? Dunia penuh dengan kebohongan.
Disisi lain aku menemukan kedamaian tak kala aku jenuh dengan kebohongan, aku menemukan sahabat, teman bahkan tak kupungkiri aku temukan "keluarga"ku yang hilang.
Aku mendapatkan berbagai cerita dari dunia maya sebagai operator.
Mulai dari sekedar iseng ber chatting, (sumber kebohongan), bercerita dengan orang ta dikenal, bahkan aku menemukan jalan yang sangat berbeda dengan diriku selama ini.
Waktu terus berlalu seiring aku memasuki comfort zone . Aku terbiasa dan terlena hingga perlahan aku bisa mengalahkan kekuatan mustahil sedikit demi sedikit. Dan aku pun kenal mereka, salah satu teman 'nyata' dan aku pun merasa nyaman dengan mereka. Indera dunia lain pun berasa sekali ketika bersama mereka saat senang maupun sdih.
Dengan sedikit petuah bijak dari mulut dan kejujuran hingga saat ini mereka selalu ada. KEJUJURAN yang aku utamakan dan tak pernah sedikitpun kebohongan yang aku ciptakan.
Namun, keegoan aku dan mereka memisahkan jarak nyata dan aku kembali kedunia maya menciptakan kebohongan demi kebohongan, tapi tidak pada mereka.
Kadang aku risih namun aku juga bangga, mereka tidaklah seperti yang lain. Mereka mempunyai pendirian dan prinsip yang kuat tentang hidup. Dan kepada mereka pula aku kembali saat aku mulai jatuh terlalu dalam dalam kebohongan.
"only two kind of people i known, bastardo and ...."
Thanks to them i am still alive.
kehidupanku tidak lah seindah semestinya, siapa yang aku persalahkan; diriku, dia, atau mereka. Tidaklah pantas menghakimi diri ini. Semua seakan bertolak belakang dengan apa yang terucap di mulut, terpikir di otak dan terasa di hati. Seakan permusuhan ketiganya terus berlanjut hingga dapat menghiasi hidup ini lebih monoton, dan selalu berjalan ditempat.
Aku tahu sekali ini sudah mendarah daging, keinginan yang kuat bahkan dengan tekad yang jelas hingga menggutuk diri sendiri dan selalu bertanya seperti inikah aku terlahir. Kadang sering mempertanyakan apa benar aku bagian dari keluarga ini. Apa benar aku selalu diselimuti awan hitam. Aku coba mencari siapa diri ini dengan menghindar dari segala masalah dan memulai masalah dengan masalah, bahkan kebohongan demi kebohongan terus tercipta dari mulut ini. Siapa aku?
Cerita demi cerita terukir di dinding memelas sebuah kasih sayang dari orang yang dekat dengan diriku. Terpuruk dalam jurang yang sama, terjebak dalam kenistaan. Walau aku tahu aku bisa keluar. Tapi apa aku siap?
Jenjang pendidikan yang aku raih kurang cukup membanggakan diriku , dia atau mereka. Toh, yang aku kejar tidaklah sama seperti mereka.
Kekuatannya sangat kuat, lagi aku membicarakannya. Kekuatan sampai kapanpun akan selalu unggul bahkan diseluruh dunia sangat terpengaruh olehnya. Aku hanya bisa tunduk takkala menempuh hidup lebih jauh lagi. Ke-tidak berdayaan-ku membuatku semakin terpuruk dan enggan untuk melangkah lebih jauh lebih baik. Dna ternyata aku belum siap untuk bertarung melawan-nya.
Aku hanya sebuah alat yang terus bergerak menyikuti irama kegelapan; penuh dengan kebohongan dan kebahagiaan.. dan semua itu hanya sebuah mimpi kosong.
Mimpi kosong seorang operator yang terjebak dalam kotak dunia lain, dunia maya. Seharusnya ku bisa melihat dunia, dan mendapat semua yang kau inginkan di dunia itu. Tapi apakah dunia itu mengetahui aku seutuhnya? Dunia penuh dengan kebohongan.
Disisi lain aku menemukan kedamaian tak kala aku jenuh dengan kebohongan, aku menemukan sahabat, teman bahkan tak kupungkiri aku temukan "keluarga"ku yang hilang.
Aku mendapatkan berbagai cerita dari dunia maya sebagai operator.
Mulai dari sekedar iseng ber chatting, (sumber kebohongan), bercerita dengan orang ta dikenal, bahkan aku menemukan jalan yang sangat berbeda dengan diriku selama ini.
Waktu terus berlalu seiring aku memasuki comfort zone . Aku terbiasa dan terlena hingga perlahan aku bisa mengalahkan kekuatan mustahil sedikit demi sedikit. Dan aku pun kenal mereka, salah satu teman 'nyata' dan aku pun merasa nyaman dengan mereka. Indera dunia lain pun berasa sekali ketika bersama mereka saat senang maupun sdih.
Dengan sedikit petuah bijak dari mulut dan kejujuran hingga saat ini mereka selalu ada. KEJUJURAN yang aku utamakan dan tak pernah sedikitpun kebohongan yang aku ciptakan.
Namun, keegoan aku dan mereka memisahkan jarak nyata dan aku kembali kedunia maya menciptakan kebohongan demi kebohongan, tapi tidak pada mereka.
Kadang aku risih namun aku juga bangga, mereka tidaklah seperti yang lain. Mereka mempunyai pendirian dan prinsip yang kuat tentang hidup. Dan kepada mereka pula aku kembali saat aku mulai jatuh terlalu dalam dalam kebohongan.
"only two kind of people i known, bastardo and ...."
Thanks to them i am still alive.
Saturday, February 06, 2010
Babak Pertama
Ku tulis catatan ini di bagian pertama kelahirku sebagai tanda terima kasihku untuk mu yang telah menyadarkanku tentang kehidupan di dunia nyata dan dunia maya.
tak ada cara lain, selain menyebut diriku mati untukmu selamanya, karena kamu sendiri yang membuatku untuk menjauh darimu selamanya... karena kamu anggap aku sebagai seorang pemburu yang datang dan mengambil sebuah peran badjingan dalam permainanmu itu. Ntah apa yang terjadi hingga permainan itu aku nikmati dan dan seakan aku berada dalam hidupmu. Bahkan segalanya telah kamu berikan kepadaku, sesuatu yang sangat berharga dalam hidupmu. Dan pada saat itu pula aku benar-benar menjadi seorang badjingan yang selalu mengambil kesempatan seperti dalam permainanmu itu.
Pertama kali, ketika sang pemburu harus berperan mengejarmu hingga harus berkorban begitu banyak waktu materi bahkan pikirin, aku sungguh iba dan iri ternyata apa yang aku inginkan selama ini ada dlam permainan mu itu. Dan aku pun menginginkan berada disampingmu hingga selamanya.
Aku sang pemburu, diceritakan selalu mengejar seekor bidadari pesakitan kanker darah. Seekor bidadari dengan berbagai topeng yang telah dikenakan diwajahnya untuk menutupi kelemahannya telah berhasil memainkan perannya selama hampir sepuluh tahun lamanya. Entah berapa banyak korban yang telah engkau kelabui, mulai dari sang prajurit, satria dan sang pemburu. Dan dengan tipu dayamu berupa tulisan di berbagai media dunia maya, aku pun tertipu. Ya tidak menyangkannya manusia (baca: laki2) pertama kali yang dilihat adalah penampilan luarnya.
Tapi tidak dengan sang pemburu, yang dia lihat apa yang ada di belakang penampilan itu. Mungkin tidak kamu sadari saat peran sang pemburu harus menghadapi pemeran seekor bidadari.. sang pemburu bertanya. Dan pertanyaan itu di luar skenario yang telah di sepakati. Namun karena kamu terlena dengan permainan kamu sendiri, kamu tidak mendengar nya bahkan kamu sibuk terus menjajah seluruh tubuh sang pemburu.
Dan pertanyaan itu yang sampai sekarang pun masih belum kamu temukan.
inilah pertanyaan itu :
" knapa kamu melakukan ini? menyerahkan kehormatanmu. Apakah kamu mencintai saya? "
dan sang pemburu termenung ketika mendengar jawabanmu :
" tenang ini hanya sebuah permainan sebentar lagi peran kamu selesai, setelah itu kamu boleh berburu sesukamu "
sungguh bukan itu yang jawaban yang diharapkan. Kamu menganggap semua ini hanya sebagaian dari skenario peran yang harus aku lakukan, mengambil kehormatanmu dan menjadikan aku seorang badjingan.
Dan peran sang pemburu pun telah usai, aku diceritakan mati. Tapi apa yang terjadi setelah kematianku, kamu masih melibatkan aku dalam permainan itu... bahwa aku adalah pahlawanmu, aku adalah kekasihmu, aku adalah tunanganku didunia nyata. Dan kamu menginginkanku terus berperan sebagai sang pemburu di dua dunia. Aku sungguh telah menjadi seorang badjingan, hingga kehidupanku telah kamu usik. Peranku sebagai sang pemburu telah kamu bawa kedunia nyata. Aku mati. Sang pemburu telah mati namun aku masih hidup dan punya kehidupan. kehidupan yang sangat berbeda dengan sang pemburu.
Janjiku telah ku ingkari, aku tidak akan membuka semua ini. Kamu sendiri yang telah membuatku membuka semua ini. Kamu boleh marah, boleh mengutuk jika kamu mau, namun aku lakukan demi kebaikan semua orang dan dirimu sendiri dan aku juga. Ini bukan balasan dendam karena telah menulis aku Dhani achmad Fauzi Rest In Peace.
Aku pahlawan dalam cerita permainanmu. Yang kamu menyayangi adalah peranku sang pemburu bidadari.
Pesanku .. akhir semua ini atau aku yang akan mengakhirinya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
babak kedua
aku si penjaga warnet, i am not gay...
next post !!
tak ada cara lain, selain menyebut diriku mati untukmu selamanya, karena kamu sendiri yang membuatku untuk menjauh darimu selamanya... karena kamu anggap aku sebagai seorang pemburu yang datang dan mengambil sebuah peran badjingan dalam permainanmu itu. Ntah apa yang terjadi hingga permainan itu aku nikmati dan dan seakan aku berada dalam hidupmu. Bahkan segalanya telah kamu berikan kepadaku, sesuatu yang sangat berharga dalam hidupmu. Dan pada saat itu pula aku benar-benar menjadi seorang badjingan yang selalu mengambil kesempatan seperti dalam permainanmu itu.
Pertama kali, ketika sang pemburu harus berperan mengejarmu hingga harus berkorban begitu banyak waktu materi bahkan pikirin, aku sungguh iba dan iri ternyata apa yang aku inginkan selama ini ada dlam permainan mu itu. Dan aku pun menginginkan berada disampingmu hingga selamanya.
Aku sang pemburu, diceritakan selalu mengejar seekor bidadari pesakitan kanker darah. Seekor bidadari dengan berbagai topeng yang telah dikenakan diwajahnya untuk menutupi kelemahannya telah berhasil memainkan perannya selama hampir sepuluh tahun lamanya. Entah berapa banyak korban yang telah engkau kelabui, mulai dari sang prajurit, satria dan sang pemburu. Dan dengan tipu dayamu berupa tulisan di berbagai media dunia maya, aku pun tertipu. Ya tidak menyangkannya manusia (baca: laki2) pertama kali yang dilihat adalah penampilan luarnya.
Tapi tidak dengan sang pemburu, yang dia lihat apa yang ada di belakang penampilan itu. Mungkin tidak kamu sadari saat peran sang pemburu harus menghadapi pemeran seekor bidadari.. sang pemburu bertanya. Dan pertanyaan itu di luar skenario yang telah di sepakati. Namun karena kamu terlena dengan permainan kamu sendiri, kamu tidak mendengar nya bahkan kamu sibuk terus menjajah seluruh tubuh sang pemburu.
Dan pertanyaan itu yang sampai sekarang pun masih belum kamu temukan.
inilah pertanyaan itu :
" knapa kamu melakukan ini? menyerahkan kehormatanmu. Apakah kamu mencintai saya? "
dan sang pemburu termenung ketika mendengar jawabanmu :
" tenang ini hanya sebuah permainan sebentar lagi peran kamu selesai, setelah itu kamu boleh berburu sesukamu "
sungguh bukan itu yang jawaban yang diharapkan. Kamu menganggap semua ini hanya sebagaian dari skenario peran yang harus aku lakukan, mengambil kehormatanmu dan menjadikan aku seorang badjingan.
Dan peran sang pemburu pun telah usai, aku diceritakan mati. Tapi apa yang terjadi setelah kematianku, kamu masih melibatkan aku dalam permainan itu... bahwa aku adalah pahlawanmu, aku adalah kekasihmu, aku adalah tunanganku didunia nyata. Dan kamu menginginkanku terus berperan sebagai sang pemburu di dua dunia. Aku sungguh telah menjadi seorang badjingan, hingga kehidupanku telah kamu usik. Peranku sebagai sang pemburu telah kamu bawa kedunia nyata. Aku mati. Sang pemburu telah mati namun aku masih hidup dan punya kehidupan. kehidupan yang sangat berbeda dengan sang pemburu.
Janjiku telah ku ingkari, aku tidak akan membuka semua ini. Kamu sendiri yang telah membuatku membuka semua ini. Kamu boleh marah, boleh mengutuk jika kamu mau, namun aku lakukan demi kebaikan semua orang dan dirimu sendiri dan aku juga. Ini bukan balasan dendam karena telah menulis aku Dhani achmad Fauzi Rest In Peace.
Aku pahlawan dalam cerita permainanmu. Yang kamu menyayangi adalah peranku sang pemburu bidadari.
Pesanku .. akhir semua ini atau aku yang akan mengakhirinya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
babak kedua
aku si penjaga warnet, i am not gay...
next post !!