Ku tulis catatan ini di bagian pertama kelahirku sebagai tanda terima kasihku untuk mu yang telah menyadarkanku tentang kehidupan di dunia nyata dan dunia maya.
tak ada cara lain, selain menyebut diriku mati untukmu selamanya, karena kamu sendiri yang membuatku untuk menjauh darimu selamanya... karena kamu anggap aku sebagai seorang pemburu yang datang dan mengambil sebuah peran badjingan dalam permainanmu itu. Ntah apa yang terjadi hingga permainan itu aku nikmati dan dan seakan aku berada dalam hidupmu. Bahkan segalanya telah kamu berikan kepadaku, sesuatu yang sangat berharga dalam hidupmu. Dan pada saat itu pula aku benar-benar menjadi seorang badjingan yang selalu mengambil kesempatan seperti dalam permainanmu itu.
Pertama kali, ketika sang pemburu harus berperan mengejarmu hingga harus berkorban begitu banyak waktu materi bahkan pikirin, aku sungguh iba dan iri ternyata apa yang aku inginkan selama ini ada dlam permainan mu itu. Dan aku pun menginginkan berada disampingmu hingga selamanya.
Aku sang pemburu, diceritakan selalu mengejar seekor bidadari pesakitan kanker darah. Seekor bidadari dengan berbagai topeng yang telah dikenakan diwajahnya untuk menutupi kelemahannya telah berhasil memainkan perannya selama hampir sepuluh tahun lamanya. Entah berapa banyak korban yang telah engkau kelabui, mulai dari sang prajurit, satria dan sang pemburu. Dan dengan tipu dayamu berupa tulisan di berbagai media dunia maya, aku pun tertipu. Ya tidak menyangkannya manusia (baca: laki2) pertama kali yang dilihat adalah penampilan luarnya.
Tapi tidak dengan sang pemburu, yang dia lihat apa yang ada di belakang penampilan itu. Mungkin tidak kamu sadari saat peran sang pemburu harus menghadapi pemeran seekor bidadari.. sang pemburu bertanya. Dan pertanyaan itu di luar skenario yang telah di sepakati. Namun karena kamu terlena dengan permainan kamu sendiri, kamu tidak mendengar nya bahkan kamu sibuk terus menjajah seluruh tubuh sang pemburu.
Dan pertanyaan itu yang sampai sekarang pun masih belum kamu temukan.
inilah pertanyaan itu :
" knapa kamu melakukan ini? menyerahkan kehormatanmu. Apakah kamu mencintai saya? "
dan sang pemburu termenung ketika mendengar jawabanmu :
" tenang ini hanya sebuah permainan sebentar lagi peran kamu selesai, setelah itu kamu boleh berburu sesukamu "
sungguh bukan itu yang jawaban yang diharapkan. Kamu menganggap semua ini hanya sebagaian dari skenario peran yang harus aku lakukan, mengambil kehormatanmu dan menjadikan aku seorang badjingan.
Dan peran sang pemburu pun telah usai, aku diceritakan mati. Tapi apa yang terjadi setelah kematianku, kamu masih melibatkan aku dalam permainan itu... bahwa aku adalah pahlawanmu, aku adalah kekasihmu, aku adalah tunanganku didunia nyata. Dan kamu menginginkanku terus berperan sebagai sang pemburu di dua dunia. Aku sungguh telah menjadi seorang badjingan, hingga kehidupanku telah kamu usik. Peranku sebagai sang pemburu telah kamu bawa kedunia nyata. Aku mati. Sang pemburu telah mati namun aku masih hidup dan punya kehidupan. kehidupan yang sangat berbeda dengan sang pemburu.
Janjiku telah ku ingkari, aku tidak akan membuka semua ini. Kamu sendiri yang telah membuatku membuka semua ini. Kamu boleh marah, boleh mengutuk jika kamu mau, namun aku lakukan demi kebaikan semua orang dan dirimu sendiri dan aku juga. Ini bukan balasan dendam karena telah menulis aku Dhani achmad Fauzi Rest In Peace.
Aku pahlawan dalam cerita permainanmu. Yang kamu menyayangi adalah peranku sang pemburu bidadari.
Pesanku .. akhir semua ini atau aku yang akan mengakhirinya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
babak kedua
aku si penjaga warnet, i am not gay...
next post !!
No comments:
Post a Comment