Friday, March 26, 2010

When drugs dont work.. what else ?!

i've try everything... always fail.

i've immune to it.

then

When drugs don't work... what else ?!

Thursday, March 25, 2010

BT + Kopi .... Perdebatan

Mengikuti sebuah cacatan di sebuah blog. Ternyata yang lebih menarik adalah membaca komentar yang ada dibanding isi dari blog tersebut.
Terkadang sebuah posting dari blog tersebut berisikan tema yang sederhana namun menjadi lebih berisi dengan komentar2 yang muncul dari tema posting tersebut.

Jangankan sebuah posting, status jejaring pertemanan semacam facebook pun lebih menarik membaca komentar dari status seseorang dari pada isi dari status tersebut.
Melihat seperti ini tidak lah heran bila saya selalu bilang bahwa orang lebih suka berkomentar dari pada mebuat sebuah posting yang menarik. Maka tak heran pula banyak orang menjdai komentator.

Namun, terkadang komntar yang ada menjadi sebuah perdebatan atau sebuah wacana baru yang jauh dari tema posting tersebut.. misal pada sebuah posting membicarakan tentang Hukum Islam, namun komntar yang muncul justru mempertanyakan mengapa menganut ajaran Islam.
Asalkan sebuah komntar disertai dengan fakta dan teori yang jelas serta contoh yang kongkrit, maka komntar tersebut berhasil menjadi wacan yang baru.
Dan tidak sedikit pula komntar2 tersebut menjai sebuah debat kusir, yang pada akhirnya tidak ada solusi karena emang bukan solusi hanya pendapat subjektif dari penulis komntar tersebut.

Sejauh perdebatan itu tidak melibatkan SARA dan prinsip si empunya tulisan sah sah aja, orang berkomentar toh tak ada yang melarangnya.

Tuesday, March 23, 2010

Friday, March 19, 2010

Aku bukan siapa siapa

i'm just no one

i'm no one


i didnt exist,

like a doll to play

like an ash to blow

like a sweat to sweep



born to be hurt. i'm nothing.

What's my age again?

Terdengar ocehan seorang gadis teriak-teriak : " ada masalah dengan umur gw? "

Penasaran aku tanya berapa umurnya
" i'm twenty-something.. so what !! "


perbedaan aku dan mereka.

di sana, di usia seperti itu sudah waktunya memiliki pendamping hidup bahkan sudah memiliki keturunan.


disini, masih disibukkan dengan tumpukan kertas, dengan ego yang tinggi msh belum memikirkan untuk mendapatkan pendamping yang pantas.


disana, mungkin sudah di sebut "perawan tua" atau tak laku.
disini, mungkin masih asyik berganti-ganti pasangan.


--------------------------------------------------------------------------------


- so, whats your age again?
* why ?
- nothing.
* so important?
- no, why?
* then sh*Ut U%&P Y#42Our F**$ucking mouth. !!!

==========================
seriously , whats your age again?
im twenty-something... and i am engaged.

Tuesday, March 16, 2010

A[u]theist..... My name is si eman yM

Knapa aku selalu menghukum diri ini dengan logika.? sebegitu sakitkan luka yang terasa? Lukanya cinta menyakitkan tanpa akhir?

A[u]theist.

Tanpa teman, terlalu aktif dan tanpa ... jiwa

Sunday, March 14, 2010

Pahlawan Mimpi

Waktuku kecil ku bermimpi
Bermain di bawah langit yang biru
Dengan cinta dan tawa

Hati kecilku pun melihat
Dunia tidak seindah di mata
Dan akupun berkata

Saatnya memberikan yang terbaik
Untuk hidup yang lebih baik

Jadilah engkau pahlawan cinta
Yang mewujudkan cinta di dunia
Jadilah engkau pahlawan mimpi
Yang mewujudkan mimpi yang tertunda

Tuliskan kisah cinta di hati
Agar kau tidak gampang menyerah
Jangan gampang menyerah

Walaupun rasanya surga terasa jauh

Saatnya memberikan yang terbaik
Untuk hidup yang lebih baik


Nidji.

Bunga Layu di Taman Insani

Bunga,
kuingat dirimu tersenyum
berdansa di alunan angin pagi.

Bunga,
kuingat dirimu menangis
terdiam kaku dinginnya malam.

Bunga,
kusimpan selalu
benih rindu didalam jiwaku

Bunga,
kini tubuhmu layu
tanpa cinta
terbakar cemburu

Bunga,
tak ku lihat lagi senyum pagi
tak ku rasa hangatnya cinta

Bunga....
jangan kau layu ...
aku selalu disini menemani hari-harimu.

Saturday, March 13, 2010

BT + Kopi ..... terbakar cemburu

Sungguh aku tak berdaya melihat tingkah lakunya seperti "anak kecil", aku terbuai oleh rayuan kata-katanya, senyum manisnya. Aku tak bisa lagi menganggapnya sebuah ilusi. Ini nyata, bukan ilusi atau bayang-bayang masa lalu.

terkadang aku lemah didepannya, terkadang pula aku berusaha tegar menjadi seorang pejantan, namun tetaplah aku, aku seorang pecundang sejati yang takut akan terluka karenanya. Daya pesonanya mengingatkanku pada mereka yang hanya berada disekitarku untuk mentertwakanku sebagai cemoohan, cacian, belas kasih. Bukan sebagai seekor manusia, yang mencoba hidup normal selayaknya manusia sempurna.

Dan saat itu tiba, ketika aku harus menghilang beberapa hari setiap bulannya, hanya untuk mengasingkan diri, membasuh topeng-topeng usang yang lama menjadi topeng yang indah untuk di pakai dalam cerita baruku.

Aku akan menghilang (lagi) demi mengikis sedikit demi sedikit logika yang tertanam kuat dala kepalaku dengan sebuah mimpi gila. Aku terdiam lagi untuk kesekian kalinya. menarap jejak langkah dipasir putih yang terhapus oleh ombak malam.

Topeng demi topeng dalam genggaman dirinya, bukan untuk dirinya ataupun diriku. Tapi untuk meraka yang telah merasakan betapa kejamnya topeng yang terlihat.

aku cemburu melihat dirinya berdiri di persimpangan jalan dengan wajah memelas penuh kasih, menebar segal impian pada mereka. Aku cemburu, melihat mereka seakan terlena dengan paras wajahnya yang lugu tanpa dosa. Aku cemburu, ternyata dirinya yang telah membuatku "gila".
Aku cemburu, diriku hanyalah sebuah boneka yang terus dimainkan dalam mimpinya.
Aku terbakar cemburu ketika mengetahui, logikaku akan mati bersama mimpi-mimpiku.
Aku cemburu karena aku tidak memiliki waktu seperti mereka.
Aku cemburu saat saat terakhirku, aku menemukan sebuah perasaan yang selalu menusuk disetiap langkahku.

Aku cemburu, aku seorang pedophile, si tua bangka. Yang harus melayani dirinya.
Aku cem...
buru.
menyanyangi dirinya melebihi dia.

nana mignon, aku mencoba mencintaimu walau aku masih ragu, karena aku menyanyangimu apa adanya.

semoga cemburu ku bukan sebatas mimpi.

aa sayang neng selalu.

Friday, March 12, 2010

Perasaan yang sama..

Mungkinkah aku masih memiliki perasaan yang sama dengan mereka? atau telah hilang semua perasaan (hati) karena diriku terlalu terjerumus dengan logika.

Ketakutan yang dalam akibat kekecewaan dari segala benih yang tertanam dihati, sehingga diri ini seakan rapuh menghadapi kegagalan. Dan persoalan yang ada bukan hanya tentang dia atau mereka tetapi tentang diriku.

Aku tahu bahwa semua tak sama dan pasti berubah tapi apa aku bisa menerima perubahan sedang diri ini sungguh sulit untuk berubah walau sedetik. Logika yang terlalu mendalam sehingga takut bermain dengan perasaan. Sekali bermain dengan perasaan, aku pun mati seakan logika tidak bisa menerima kehadiran dirinya disampingku (lagi).

benarkah aku terlalu meyakini dia terlalu menyakitkan untuk dirasakan, dinikmati bahkan untuk dimiliki ? Perasaan akan dirinya tidaklah selalu berakhir kebahagiaan yang selalu aku idamkan. Aku terjebak bahwa luka itu terlalu menyakitkan untuk dilihat dan dirasakan. Serpihan kaca cermin berserakan menunggu sang waktu menguburnya. Noda hitam terus menempel dalam diriku dan dirinya.

Aku masih takut untuk memilikinya kembali.
Aku masih takut untuk merasakannya kembali.

Komitmen yang aku buat selama ini terhadap mereka msh menempel di pikiran namun perlahan terkikis perasaan yang sama bahwa aku bukanlah yang pertama dan yang terbaik namun aku masih bisa menjadi yang terbaik dengan segala daya dan upaya.

Aku terlalu jauh melangkah,
Aku terlalu dalam menyelam,
Aku terlalu lama tertidur dalam khayalan.

siapa aku ? siapa dia ? siapa mereka? yang akan menjadi penerang jalan hidupku.
Aku
dia
mereka...

masih memiliki perasaan yang sama.
aku takut.

Wednesday, March 10, 2010

Selalu tentang dia.

Lambat laun, semuanya berubah kecuali diriku. Dari dulu ingin sekali melakukan perubahan dan berharap ingin berubah, namun semuanya berjalan lambat bahkan terkesan jalan ditempat.

Hari demi hari, bulan, bahkan tahun... terus bergulir terjebak dalam suasana yang berbeda namun kondisi yang sama. Kebebasan yang dipilih bukanlah kebebasan yang terpilih, bukan pula kebebasan pilihan. Kebebasan yang dipilih hanya sebuah ilusi.

Dan akupun hanya terdiam.
Bisu tak berasa.
Tuli tak bersuara.
Buta tak bicara.

Perasaan akan sebuah nama, kebahagiaan, kebebasan dan ilusi.
sejauh mana hari ini akan berakhir dengan sebuah cerita dan sebuah nama, walau hanya sebuah nama.
Terdiam sejenak tunduk akan suara kebebasan yang dipilih. terbelenggu suara ketidak pastian.
Bahkan mati karenanya...

Dia, yang ternoda yang bernoda menghantui setiap jejak langkah yang terukir didinding kehidupan.
Dia, yang terbunuh sepi terjebak dalam topeng, hilang bersama mimpi kosong.
Dia, atas nama dia terluka karena sebuah mimpi, sebuah ilusi, cita-cita.

Aku dan dia yang takkan pernah bersatu atas nama dia. Karena dia tak selalu memiliki yang dia ada dalam dirinya.

aku dan dia hanya sebuah cerita yang akan terus mengalir dalam sungai mimpi.

aku mati... dia akan selalu ada.

A[u]theist.
D.I.A

Monday, March 08, 2010

BT + Kopi ... Aku Takut

Aku takut,
berdiri dikeramaian.


Aku takut,
berlari dikegelapan


Aku takut,
bersujud dikeheningan


Aku takut,
berjalan dikesucian


Aku takut,
waktuku tak cukup
berdiri, berlari, bersujud, dan berjalan
dalam ketakutan.



Aku takut...