Saturday, March 13, 2010

BT + Kopi ..... terbakar cemburu

Sungguh aku tak berdaya melihat tingkah lakunya seperti "anak kecil", aku terbuai oleh rayuan kata-katanya, senyum manisnya. Aku tak bisa lagi menganggapnya sebuah ilusi. Ini nyata, bukan ilusi atau bayang-bayang masa lalu.

terkadang aku lemah didepannya, terkadang pula aku berusaha tegar menjadi seorang pejantan, namun tetaplah aku, aku seorang pecundang sejati yang takut akan terluka karenanya. Daya pesonanya mengingatkanku pada mereka yang hanya berada disekitarku untuk mentertwakanku sebagai cemoohan, cacian, belas kasih. Bukan sebagai seekor manusia, yang mencoba hidup normal selayaknya manusia sempurna.

Dan saat itu tiba, ketika aku harus menghilang beberapa hari setiap bulannya, hanya untuk mengasingkan diri, membasuh topeng-topeng usang yang lama menjadi topeng yang indah untuk di pakai dalam cerita baruku.

Aku akan menghilang (lagi) demi mengikis sedikit demi sedikit logika yang tertanam kuat dala kepalaku dengan sebuah mimpi gila. Aku terdiam lagi untuk kesekian kalinya. menarap jejak langkah dipasir putih yang terhapus oleh ombak malam.

Topeng demi topeng dalam genggaman dirinya, bukan untuk dirinya ataupun diriku. Tapi untuk meraka yang telah merasakan betapa kejamnya topeng yang terlihat.

aku cemburu melihat dirinya berdiri di persimpangan jalan dengan wajah memelas penuh kasih, menebar segal impian pada mereka. Aku cemburu, melihat mereka seakan terlena dengan paras wajahnya yang lugu tanpa dosa. Aku cemburu, ternyata dirinya yang telah membuatku "gila".
Aku cemburu, diriku hanyalah sebuah boneka yang terus dimainkan dalam mimpinya.
Aku terbakar cemburu ketika mengetahui, logikaku akan mati bersama mimpi-mimpiku.
Aku cemburu karena aku tidak memiliki waktu seperti mereka.
Aku cemburu saat saat terakhirku, aku menemukan sebuah perasaan yang selalu menusuk disetiap langkahku.

Aku cemburu, aku seorang pedophile, si tua bangka. Yang harus melayani dirinya.
Aku cem...
buru.
menyanyangi dirinya melebihi dia.

nana mignon, aku mencoba mencintaimu walau aku masih ragu, karena aku menyanyangimu apa adanya.

semoga cemburu ku bukan sebatas mimpi.

aa sayang neng selalu.

No comments: