Lambat laun, semuanya berubah kecuali diriku. Dari dulu ingin sekali melakukan perubahan dan berharap ingin berubah, namun semuanya berjalan lambat bahkan terkesan jalan ditempat.
Hari demi hari, bulan, bahkan tahun... terus bergulir terjebak dalam suasana yang berbeda namun kondisi yang sama. Kebebasan yang dipilih bukanlah kebebasan yang terpilih, bukan pula kebebasan pilihan. Kebebasan yang dipilih hanya sebuah ilusi.
Dan akupun hanya terdiam.
Bisu tak berasa.
Tuli tak bersuara.
Buta tak bicara.
Perasaan akan sebuah nama, kebahagiaan, kebebasan dan ilusi.
sejauh mana hari ini akan berakhir dengan sebuah cerita dan sebuah nama, walau hanya sebuah nama.
Terdiam sejenak tunduk akan suara kebebasan yang dipilih. terbelenggu suara ketidak pastian.
Bahkan mati karenanya...
Dia, yang ternoda yang bernoda menghantui setiap jejak langkah yang terukir didinding kehidupan.
Dia, yang terbunuh sepi terjebak dalam topeng, hilang bersama mimpi kosong.
Dia, atas nama dia terluka karena sebuah mimpi, sebuah ilusi, cita-cita.
Aku dan dia yang takkan pernah bersatu atas nama dia. Karena dia tak selalu memiliki yang dia ada dalam dirinya.
aku dan dia hanya sebuah cerita yang akan terus mengalir dalam sungai mimpi.
aku mati... dia akan selalu ada.
A[u]theist.
D.I.A
No comments:
Post a Comment