Ntah ada apa yang terjadi selama ini, tubuh ini tidak bisa berkompromi lagi. Lemah, letih, seakan perlahan-lahan retak berkeping-keping.
Tegang, mungkin ini penyebab terjadinya pertempuran di otak. Tubuh tidak lagi bisa memproduksi energi optimal, pikiran terus mendorongnya untuk bisa menyelesaikan secepat mungkin. Pembuluh darah di otak tersendat hingga tegangan tinggi atau depresi yang tercipta, dan penat serta pusing terus menggrogoti kepala.
Stress ? apa yang benar? hari gini kau masih stress padahal tidak ada pikiran yang mengambang di otak. Hanya beberapa ide dan keluhan yang tidak bisa terungkapkan. Overloaded, yah mungkin itu yang pantas di terima otak ini, tak kal keinginnan dan kebutuhan terus bertarung menentukan tindakan yang akan diambil.
Namun apa benar? memasuki hari ke empat, pusing ini tak kunjung hilang. bahkan hari demi hari terus bertambah parah. Dan seorang doktor pun belum bisa men diagnosis apa yang terjadi pada diri ini. Tensi , tekanan darah masih normal 118, suhu badan normal 36, pendengaran dan penglihatan normal tidak ada gejala yang berarti. Pertanda apakah ini?
Apa benar diri ini mengalami stress dan depresi serta tegangan tinggi akibat pekerjaan, gaya hidup atau ...?
Semoga ini cepat berakhir.
Karena aku baru sadar bahwa SEHAT itu mahal.
Thursday, April 29, 2010
Tuesday, April 27, 2010
BT + Kopi ... Pelan pelan Saja
Teringat sebuah lagu Kotak , untuk melupakan sesuatu pada dasarnya memang berat, terlebih melupakan sesuatu atau sesorang yang sangat berarti dalam hidup ini.
Memang sulit bagi kita melupakannya, apalagi sudah terlanjur terlibat lebih dalam hingga perasaan yang terlalu dalam tidak ingin kehilangan sedikitpun.
Aku yang terlalu banyak memakai perasaan ini untuk memiliki sebuah gadis pendamping hingga suatu ketika aku tidak ingin/mau melepaskannya, bahkan sedikit saja ingin melupakan berbagai kenangan manis yang terukir selama berjalan tak dapat kulakukan, semakin aku mencoba melupakannya semakin sakit rasanya luka yang tergores, seakan logika tak dapat menyobatinya.
Ya, pelan pelan saja.. coba lupakan akan kebaikan yang telah aku terima dari dirinya selama ini, dan semua kenangan hanyalah kenangan yang akan menjadi sebuah dongeng atau cerita suatu saat kelak. Lho?! kenapa kebaikan yang harus dilupakan bukankah kebaikan itu harusnya diingat dan kejelekkanlah yang harus dilupakan?
Entahlah, bagiku kebaikan atau kejelekannya memang harus perlahan aku lupakan hingga diri ini sedikit terbebas dari pikiran yang "mengganggu" di saat aku merasa membutuhkannya.
Pelan pelan saja... Perasaan ini harus secara pelahan dimusnahkan dari benak ini, dan perlahan pula logika ini masuk menyeimbangi apa yang telah lama hampir terbunuh perasaan.
Mungkin suatu saat nanti entah kapan aku bisa melupakan dirinya dari hidup ini.
Dan saat itu aku akan menemukan seseorang, bukan sebuah berjenis kelamin wanita atau seekor bidadari, tetapi seseorang yang benar benar mengerti tentang logika dan kepribadianku seutuhnya, tanpa melihat siapa aku. Semoga.
Memang sulit bagi kita melupakannya, apalagi sudah terlanjur terlibat lebih dalam hingga perasaan yang terlalu dalam tidak ingin kehilangan sedikitpun.
Aku yang terlalu banyak memakai perasaan ini untuk memiliki sebuah gadis pendamping hingga suatu ketika aku tidak ingin/mau melepaskannya, bahkan sedikit saja ingin melupakan berbagai kenangan manis yang terukir selama berjalan tak dapat kulakukan, semakin aku mencoba melupakannya semakin sakit rasanya luka yang tergores, seakan logika tak dapat menyobatinya.
Ya, pelan pelan saja.. coba lupakan akan kebaikan yang telah aku terima dari dirinya selama ini, dan semua kenangan hanyalah kenangan yang akan menjadi sebuah dongeng atau cerita suatu saat kelak. Lho?! kenapa kebaikan yang harus dilupakan bukankah kebaikan itu harusnya diingat dan kejelekkanlah yang harus dilupakan?
Entahlah, bagiku kebaikan atau kejelekannya memang harus perlahan aku lupakan hingga diri ini sedikit terbebas dari pikiran yang "mengganggu" di saat aku merasa membutuhkannya.
Pelan pelan saja... Perasaan ini harus secara pelahan dimusnahkan dari benak ini, dan perlahan pula logika ini masuk menyeimbangi apa yang telah lama hampir terbunuh perasaan.
Mungkin suatu saat nanti entah kapan aku bisa melupakan dirinya dari hidup ini.
Dan saat itu aku akan menemukan seseorang, bukan sebuah berjenis kelamin wanita atau seekor bidadari, tetapi seseorang yang benar benar mengerti tentang logika dan kepribadianku seutuhnya, tanpa melihat siapa aku. Semoga.
Labels:
juste l'ecrit,
la réflexion,
Most Wanted Person
Thursday, April 22, 2010
Makluk itu berjenis wanita...
Dia wanita yang selalu membuat dirinya terpuruk dalam lamunan. Menangis dalam keramaian. Tertawa dalam kesedihan dan penderitaan.
Segala misteri yang terkubur dalam dirinya tak pernah bisa tersibak. Perasaan yang selalu diagungkannya. Ketangguhan hatinya membuat dirinya lebih kuat dari sebuah jenis lelaki. Api cemburu lebih panas, hatinya lebih dingin dari kutub utara.
Cintanya melebihi cinta seekor dewa cinta.
Lukanya tak pernah hilang bersama mimpi.
Wanita,
sungguh lemah dalam memilih cinta.
lebih percaya telinganya dari pada matanya.
wanita,
perasaan begitu dalam bunuh sang logika.
setiap wanita mudah di bohongi, mungkin?
wanita,
mengejar slalu yang di bencinya.
menjauh yang dicintainya.
wanita makluk paling rapuh !!
bebaskan mereka dari api neraka.!!
Segala misteri yang terkubur dalam dirinya tak pernah bisa tersibak. Perasaan yang selalu diagungkannya. Ketangguhan hatinya membuat dirinya lebih kuat dari sebuah jenis lelaki. Api cemburu lebih panas, hatinya lebih dingin dari kutub utara.
Cintanya melebihi cinta seekor dewa cinta.
Lukanya tak pernah hilang bersama mimpi.
Wanita,
sungguh lemah dalam memilih cinta.
lebih percaya telinganya dari pada matanya.
wanita,
perasaan begitu dalam bunuh sang logika.
setiap wanita mudah di bohongi, mungkin?
wanita,
mengejar slalu yang di bencinya.
menjauh yang dicintainya.
wanita makluk paling rapuh !!
bebaskan mereka dari api neraka.!!
Saturday, April 10, 2010
BT + Kopi ..... Karma
Percayakah kamu terhadap karma?
Apakah karma itu.
ya, karma mungkin balasan secara langsung dari Yang Maha pencipta ( bagi yang percaya ).
Tapi benarkah karama itu ada? atau cuma sugesti dari manusia aja, atas tindakan yang dia lakukan hingga ada balasan yang nyata.
Atau dalam bahasa ilmiah mungkin disebabkan karena ada aksi dan reaksi.
Dalam kehidupan karma lebih berasal dari agama hindu. Yang mempunyai arti semua yang dialami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang.
Sekarang apakah aku percaya karma itu ada ?
aku mungkin lebih mengatakan bahwa itu bukan karma tapi lebih ke apa yang aku perbuat di masa lalu berefek ke masa kini. Dan mungkin ini merupakan bentuk nyata balasan yang telah aku perbuat selama ini, terhadap manusia, alam dan Tuhan sendiri.
"apa yang kau tanam itu yang kau tuai " itulah secara simple pengertian karma yang aku pahami.
Sekarang, aku sebagai manusia selalu mengeluh " oh ini mungkin karma yang telah aku perbuat dimasa lalu." Tapi apakah benar secepat itu karma yang aku alami. Sugesti yang terus tertanam dalam diri ini. Hingga kapankah karma ini berakhir? No one knows.
Yang aku pertanyakan bagaimanakah aku menghindari karma ( bila memang ada ) ? menerima legowo atau berbuat sesuatu yang berefek positif. Karena selama ini manusia selalu mengindentikan bahwa karma itu negatif.
Karma...
Apakah karma itu.
ya, karma mungkin balasan secara langsung dari Yang Maha pencipta ( bagi yang percaya ).
Tapi benarkah karama itu ada? atau cuma sugesti dari manusia aja, atas tindakan yang dia lakukan hingga ada balasan yang nyata.
Atau dalam bahasa ilmiah mungkin disebabkan karena ada aksi dan reaksi.
Dalam kehidupan karma lebih berasal dari agama hindu. Yang mempunyai arti semua yang dialami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang.
Sekarang apakah aku percaya karma itu ada ?
aku mungkin lebih mengatakan bahwa itu bukan karma tapi lebih ke apa yang aku perbuat di masa lalu berefek ke masa kini. Dan mungkin ini merupakan bentuk nyata balasan yang telah aku perbuat selama ini, terhadap manusia, alam dan Tuhan sendiri.
"apa yang kau tanam itu yang kau tuai " itulah secara simple pengertian karma yang aku pahami.
Sekarang, aku sebagai manusia selalu mengeluh " oh ini mungkin karma yang telah aku perbuat dimasa lalu." Tapi apakah benar secepat itu karma yang aku alami. Sugesti yang terus tertanam dalam diri ini. Hingga kapankah karma ini berakhir? No one knows.
Yang aku pertanyakan bagaimanakah aku menghindari karma ( bila memang ada ) ? menerima legowo atau berbuat sesuatu yang berefek positif. Karena selama ini manusia selalu mengindentikan bahwa karma itu negatif.
Karma...
Monday, April 05, 2010
Seberapa pantaskah
seberapa pantaskah diri ini memiliki suatu kebahagiaan? antara realita dan mimpi. Adakah waktu yang harus ditempuh hingga seribu tahun lamanya? Adakah mereka atau dia yang berada disini menghapus noda dalam buku harian, satukan retakan cermin.
haruskah aku terus bermimpi dlm tidur panjangku.
masih pantaskah aku merasakannya, sedikit kebahagiaan yang fana.
atau
....
haruskah aku terus bermimpi dlm tidur panjangku.
masih pantaskah aku merasakannya, sedikit kebahagiaan yang fana.
atau
....
BT + Kopi .... Berhenti berharap
Apa yang lebih diharapkan dari seorang manusia untuk kebahagiaan?
tak ada.
manusia tercipta untuk tidak merasa puas.
tak ada.
manusia tercipta untuk tidak merasa puas.