Tuesday, April 27, 2010

BT + Kopi ... Pelan pelan Saja

Teringat sebuah lagu Kotak , untuk melupakan sesuatu pada dasarnya memang berat, terlebih melupakan sesuatu atau sesorang yang sangat berarti dalam hidup ini.

Memang sulit bagi kita melupakannya, apalagi sudah terlanjur terlibat lebih dalam hingga perasaan yang terlalu dalam tidak ingin kehilangan sedikitpun.
Aku yang terlalu banyak memakai perasaan ini untuk memiliki sebuah gadis pendamping hingga suatu ketika aku tidak ingin/mau melepaskannya, bahkan sedikit saja ingin melupakan berbagai kenangan manis yang terukir selama berjalan tak dapat kulakukan, semakin aku mencoba melupakannya semakin sakit rasanya luka yang tergores, seakan logika tak dapat menyobatinya.

Ya, pelan pelan saja.. coba lupakan akan kebaikan yang telah aku terima dari dirinya selama ini, dan semua kenangan hanyalah kenangan yang akan menjadi sebuah dongeng atau cerita suatu saat kelak. Lho?! kenapa kebaikan yang harus dilupakan bukankah kebaikan itu harusnya diingat dan kejelekkanlah yang harus dilupakan?
Entahlah, bagiku kebaikan atau kejelekannya memang harus perlahan aku lupakan hingga diri ini sedikit terbebas dari pikiran yang "mengganggu" di saat aku merasa membutuhkannya.

Pelan pelan saja... Perasaan ini harus secara pelahan dimusnahkan dari benak ini, dan perlahan pula logika ini masuk menyeimbangi apa yang telah lama hampir terbunuh perasaan.
Mungkin suatu saat nanti entah kapan aku bisa melupakan dirinya dari hidup ini.
Dan saat itu aku akan menemukan seseorang, bukan sebuah berjenis kelamin wanita atau seekor bidadari, tetapi seseorang yang benar benar mengerti tentang logika dan kepribadianku seutuhnya, tanpa melihat siapa aku. Semoga.

No comments: