Friday, December 23, 2011
Menunggu "teman"
Apa yang hendak dicapai saat ini? tak ada. Ketidakpastian terus membayangi jejak diri di keheningan bunga tidur. Menunggu dan terus menunggu tanpa asa yang bergerak disetiap langkah cita. benarkah ini yng akan kuraih menunggu "teman" di sudut ruang sempit kesombongan. hanya sebuah mimpi tanpa realitas.
Labels:
juste l'ecrit,
Most Wanted Person
Wednesday, December 21, 2011
Menjual Mimpi
Semua berawal dari sebuah mimpi.
akankah terus bermimpi.
mimpi untuk lari dari kenyataan.
mimpi ....
akankah terus bermimpi.
mimpi untuk lari dari kenyataan.
mimpi ....
Labels:
juste l'ecrit,
Most Wanted Person
Monday, April 04, 2011
Sedari dulu
agh bosan ....
ngapain lagi ya?
lets party ?!
ngapain lagi ya?
lets party ?!
Thursday, January 13, 2011
Mencari jejak
si gua kembali kepangkuan qwerty melatih jemari mengukir kata dalam hiasan kalimat. Setelah sekian lama hilang seiring meninggalnya sang pemburu, si gua mencoba membuka lembaran dinding-dinding bisu yang terpajang di ruang bisu. Bukan untuk mengenang masa kelam, bukan pula membangkitkan penyesalan ( jika memang ada ) namun sekedar mencari jejak kebenaran yang terkubur bersama sang pemburu.
Kematian sang pemburu telah merubah si gua untuk lebih berani menerima apa yang terjadi tanpa pasrah namun dengan jiwa besar bahwa memang sudah seharusnya sang pemburu mati bersama kenangannya. Kebenaran ( baca; kejujuran ) harus terus berada diatas segalanya, hingga terbangun sebuah kepercayaan abadi. Namun masih tersisa jejak bayangan yang terus menghantui si gua atas kematiannya. Seakan mereka tidak bisa menerima kebenaran yang menyakitkan di kehidupan sang pemburu. Kebenaran bahwa si gua yang telah membunuhnya dan "lari" menghilang dari kejaran mereka. Jejak-jejak yang ditinggalkan si gua masih berbekas dan membutuhkan waktu yang lama untuk menghapusnya. berapa lama ? mungkin tidak akan pernah selesai bakhan tidak akan bisa menghapus jejak-jejak tersebut hingga si gua tidur panjang.
Jejak 1.
Siapa si gua dan siapa sang pemburu ?
siapa si gua ? si gua orang yang telah melakukan perjalan hidup hampir 15 tahun dalam ruang hitam. Si gua yang berani meninggalkan bangku kuliah hanya demi mencari sebuah eksistensi, jati diri. Si gua yang telah merasakan nikmatnya vagina seekor pelacur beberapa ekor. Si gua yang hidup dalam penderitaan orang lain, tertawa dalam kesedihan, menangis dalam kesepian. Si gua yang mengorbankan pekerjaan demi sebuah identitas seorang wanita. Si gua yang pertama kali melakukan seks keclas 5 sd bersama tetangga. Si gua yang selalu merasa tidak nyaman. Si gua yang pernah dekat dengan-NYA. Si gua yang terus bermimpi tanpa tindakan. Si gua yang disebut orang aneh. Si gua yang selalu mengutamakan logika dari pada perasaan. Si gua yang ...
lelah si gua mendengar banyak sekali bisikan-bisikan di kepala ini. Bisikan yang selalu muncul takala si gua tidak fokus, seperti sekarang ini. Si gua yang menciptakan sang pemburu dan membunuhnya. Dan si gua yang terus ingin mencoba mengakhiri hidup. Si gua yang butuh sandaran. Si gua yang selalu menangis di heningnya malam. si gua ...
siapa sang pemburu? dia sosok pelarian si gua. Sang pemburu adalah sisi hitam si gua. Sang pemburu adalah penikmat vagina seekor bidadari. Sang pemburu adalah tangisan si gua. Sang pemburu ya si gua di sisi lain.
Jejak 2.
hidup si gua tidak bisa dijauhkan dari deretan qwerty dan internet. Seakan si gua "mati" ...
Kematian sang pemburu telah merubah si gua untuk lebih berani menerima apa yang terjadi tanpa pasrah namun dengan jiwa besar bahwa memang sudah seharusnya sang pemburu mati bersama kenangannya. Kebenaran ( baca; kejujuran ) harus terus berada diatas segalanya, hingga terbangun sebuah kepercayaan abadi. Namun masih tersisa jejak bayangan yang terus menghantui si gua atas kematiannya. Seakan mereka tidak bisa menerima kebenaran yang menyakitkan di kehidupan sang pemburu. Kebenaran bahwa si gua yang telah membunuhnya dan "lari" menghilang dari kejaran mereka. Jejak-jejak yang ditinggalkan si gua masih berbekas dan membutuhkan waktu yang lama untuk menghapusnya. berapa lama ? mungkin tidak akan pernah selesai bakhan tidak akan bisa menghapus jejak-jejak tersebut hingga si gua tidur panjang.
Jejak 1.
Siapa si gua dan siapa sang pemburu ?
siapa si gua ? si gua orang yang telah melakukan perjalan hidup hampir 15 tahun dalam ruang hitam. Si gua yang berani meninggalkan bangku kuliah hanya demi mencari sebuah eksistensi, jati diri. Si gua yang telah merasakan nikmatnya vagina seekor pelacur beberapa ekor. Si gua yang hidup dalam penderitaan orang lain, tertawa dalam kesedihan, menangis dalam kesepian. Si gua yang mengorbankan pekerjaan demi sebuah identitas seorang wanita. Si gua yang pertama kali melakukan seks keclas 5 sd bersama tetangga. Si gua yang selalu merasa tidak nyaman. Si gua yang pernah dekat dengan-NYA. Si gua yang terus bermimpi tanpa tindakan. Si gua yang disebut orang aneh. Si gua yang selalu mengutamakan logika dari pada perasaan. Si gua yang ...
lelah si gua mendengar banyak sekali bisikan-bisikan di kepala ini. Bisikan yang selalu muncul takala si gua tidak fokus, seperti sekarang ini. Si gua yang menciptakan sang pemburu dan membunuhnya. Dan si gua yang terus ingin mencoba mengakhiri hidup. Si gua yang butuh sandaran. Si gua yang selalu menangis di heningnya malam. si gua ...
siapa sang pemburu? dia sosok pelarian si gua. Sang pemburu adalah sisi hitam si gua. Sang pemburu adalah penikmat vagina seekor bidadari. Sang pemburu adalah tangisan si gua. Sang pemburu ya si gua di sisi lain.
Jejak 2.
hidup si gua tidak bisa dijauhkan dari deretan qwerty dan internet. Seakan si gua "mati" ...
Labels:
juste l'ecrit,
la réflexion,
Most Wanted Person
13012011 - akhir sebuah perjalanan (?)
"sudah berapa lama ?? "
pertanyaan terakhir yang terdengar di telinga senateur. Dan akhirnya perkacapan telepopn pun usai, senateur langsung terdiam merenung, entah apa yang terjadi dalam pembicaraan itu. Wajah cerianya hilang sekejap tanpa bekas. Dan dia pun menatap pintu ruang bisu yang sudah lama ia kunci, sudah lama ia pendam kenangan di ruang bisu yang mungkin sekarang sudah menjadi sarang laba-laba atau sarang tikus.
detik demi detik, hari, minggu bahkan bulan dan tahun terus berjalan seiring perubahan yang terjadi dalam diri senateur. Ruang bisu yang telah lama ditinggal mati demi mencari kehidupan nyata tanpa menghiraukan perasaan dan selalu mengutamakan sebuah logika memancarkan sinar di celah-celah sempit. Haruskah kembali ke ruang bisu? bukan sekedar mengenang masa lalu tapi membuat lukisan-lukisan dan coretan baru tentang hidup, cinta dan uang.
tatapan kosong terus terpancar. tatapan kosong ruang bisu.
pertanyaan terakhir yang terdengar di telinga senateur. Dan akhirnya perkacapan telepopn pun usai, senateur langsung terdiam merenung, entah apa yang terjadi dalam pembicaraan itu. Wajah cerianya hilang sekejap tanpa bekas. Dan dia pun menatap pintu ruang bisu yang sudah lama ia kunci, sudah lama ia pendam kenangan di ruang bisu yang mungkin sekarang sudah menjadi sarang laba-laba atau sarang tikus.
detik demi detik, hari, minggu bahkan bulan dan tahun terus berjalan seiring perubahan yang terjadi dalam diri senateur. Ruang bisu yang telah lama ditinggal mati demi mencari kehidupan nyata tanpa menghiraukan perasaan dan selalu mengutamakan sebuah logika memancarkan sinar di celah-celah sempit. Haruskah kembali ke ruang bisu? bukan sekedar mengenang masa lalu tapi membuat lukisan-lukisan dan coretan baru tentang hidup, cinta dan uang.
tatapan kosong terus terpancar. tatapan kosong ruang bisu.
Labels:
juste l'ecrit,
la réflexion,
Most Wanted Person